Sabtu, 30 Oktober 2010

PENJELASAN MMX & VTX

MMX Technology

MMX ini sebenarnya singkatan dariMultimedia eXtensions. Tapi ada juga yang mengatakan MMX diambil dari singkatan Matrix Math eXtensions. Tapi pihak Intel menyatakan bahwa MMX ini murni tidak diambil dari singkatan apapun. Jadi, MMX ini bisa jadi adalah sebuah Trade Mark atau merek dagang.

Teknologi MMX ini mulai diperkenalkan pada processor Intel Pentium generasi ke 5. Dimana, semenjak saat itu terjadi peningkatan yang drastis pada software-software yang menggunakan teknik-teknik video compression/decompression, image manipulation, encryption, dan Input/Output dari semua jenis promrosessan.

Teknologi MMX ini dikembangkan oleh Intel dengan cara melakukan peningkatan pada dua bagian dari arsitektur processornya. Yaitu L1 cache yang lebih besar, dan non-MMX counterparts. Peningkatan ini terbukti telah mampu memberikan pengaruh yang besar pada kecepatan processor untuk memproses setiap perintah dari software. Tak perduli apakah software tersebut benar-benar menggunakan instruksi MMX ini, ataupun tidak.

Pengembangan lain dari MMX ini adalah dengan menambahkan 57 set perintah atau instruksi baru, yang khusus di design untuk memanipulasi video, audio, dan image. Dan juga menambahkan kemampuan memproses perintah baru yang disebut dengan Single Instruction Multiple Data (SIMD).

Dengan perintah baru ini, aplikasi multimedia dan komunikasi yang sering menggunakan perintah yang sama secara berulang-ulang, jadi bisa menghemat penggunaan kode hingga 10%. Dengan SIMD, aplikasi cukup menjalankan satu instruksi untuk melakukan fungsi yang sama berulang-ulang.

Ini seperti seorang guru yang memerintahkan murid-murid dikelasnya untuk duduk dengan berkata "anak-anak... duduk." Dan bukannnya memanggil nama dari setiap anak, lalu menyuruhnya duduk.

VT-X

Instruksi didedikasikan untuk virtualisasi (Intel VT-x) yang diperlukan untuk menggunakan fitur dari Windows 7, yang memungkinkan Windows XP virtual. Pilihan ini digunakan pada versi profesional dan ditujukan terutama untuk program-program tidak kompatibel dengan Windows 7. Dan masalahnya adalah bahwa beberapa prosesor Intel yang tidak dilengkapi dengan petunjuk yang bersangkutan. The virtualisasi panjang, yang sangat modis akhir-akhir ini, tidak begitu baru. Kami bicara selama beberapa tahun "virtual private network (VPN), atau virtualisasi storage SAN lingkungan Prinsip dari sistem virtualisasi bukanlah hal baru.. Tujuan sistem virtualisasi x86, adalah untuk memberikan lapisan yang abstak untuk mengisolasi perangkat keras dan sistem operasi Jadi,. sistem operasi berjalan dalam apa yang disebut mesin virtual.

CPU-Z


CPU Z

Apa itu CPU-Z

CPU-Z is a freeware that gathers information on some of the main devices of your system. CPU-Z adalah freeware yang mengumpulkan informasi mengenai beberapa perangkat utama dari sistem anda.

keterangan pada gambar di tab CPU-Z :

1. Name : yaitu merupakan nama dari processor yang di pakai.

2. Code name : merupakan nama jenis, atau model dari processor (juga bisa di sebut suku)

3. Package : merupakan nama atau bentuk slot untuk processor

4. Technology : merupakan luas penampang berukuran nanometer dan apabila ukurannya semakin kecil, maka akan semakin bagus

5. Specification : spesifikasi dari kecepatan processor tersebut.

6. Family, ext family, model, ext model, stepping, revision : merupakan kode dari pabrikan.

7. Intructiion : merupakan kode - kode pada komputer termasuk support atau tidaknya bahasa pemrogaman pada komputer tersebut.

8. Clocks Core : merupakan kecepatan membaca processor.

9. Cache : merupakan memory sementara yang membantu processor, chace memiliki tiga level. Dan level tersebut bisa di katakan seperti piramida.

CPU CPU

* Name and number. Nama dan nomor.

* Core stepping and process. Core melangkah dan proses.

* Package. Paket.

* Core voltage. Core tegangan.

* Internal and external clocks, clock multiplier. Internal dan eksternal jam, jam multiplier.

* Supported instruction sets. Didukung set instruksi.

* Cache information. Cache informasi.

Mainboard Mainboard

* Vendor, model and revision. Vendor, model dan revisi.

* BIOS model and date. BIOS model dan tanggal.

* Chipset (northbridge and southbridge) and sensor. Chipset (Northbridge dan Southbridge) dan sensor.

* Graphic interface. Antarmuka grafis.

Memory Memori

* Frequency and timings. Frekuensi dan timing.

* Module(s) specification using SPD (Serial Presence Detect) : vendor, serial number, timings table. Module (s) spesifikasi menggunakan SPD (Serial Presence Detect): vendor, nomor seri, timing meja.

System Sistem

* Windows and DirectX version. Windows dan versi DirectX.

Processor

Name : merupakan nama identitas processor yang digunakan.

Pada code name menyebutkan marga processor atau sukunya.

Package merupakan socket atau tempat rumah processor.

Technology merupakan pubrikasi pembuatan processor. Semakin kecil semakin bagus, penyebaran panas semakin kecil.

Specification menunjukkan kecepatan processor.

Intructions merupakan sebuah instruksi-instruksi. Misalnya pada MMX merupakan instruksi yang digunakan dalam bidang grafis seperti corel draw. Pada SSE merupakan instruksi membuat algoritma. EM64T merupakan instruksi jalur data ke processor 64 Bit.

Clock

Clock speed

Pengertian Clock speed adalah ukuran dari seberapa besar kecepatan komputer menyelesaikan perhitungan dasar dan operasi. Ini diukur sebagai dalam frekuensi `hertz, dan paling sering mengacu pada kecepatan CPU komputer, atau Central Processing Unit. Clock speed merupakan frekuensi kecepatan tindakan yang sangat tinggi, satuannya adalah megahertz dan gigahertz. 1 megahertz artinya satu-juta siklus per detik, sementara gigahertz adalah satu-milyar siklus per detik. Jadi komputer dengan kecepatan clock 800MHz berjalan 800.000.000 siklus per detik, sedangkan komputer 2.4GHz berjalan 2.400.000.000 siklus per detik. Jumlah RAM komputer, Clock speed RAM, Clock speed dari front-side bus, dan ukuran cache, semua itu memainkan peran penting dalam menentukan kinerja komputer secara keseluruhan.

Core speed merupakan kecepatan core processor 1 day.

Multiplier merupakan pengkali Bus speed yang hasilnya nanti adalah core speed.

Angka multiplier bekerjasama dengan bus speed menentukan berapa cepat sebuah CPU dijalankan. Multiplier 4.5 dipasangkan dengan prosesor pada bus speed 100 MHz akan menghasilkan kecepatan CPU 450 MHz (4.5 x 100). Hampir seluruh prosesor baru keluaran Intel sudah dikunci pada multipliernya sehingga hanya bisa dijalankan pada multiplier tertentu. Bus speed merupakan ukuran yang independen dan dapat diubah-ubah sehingga 4.5x100 dan 4.5x103 akan menghasilkan sebuah CPU yang berjalan pada kecepatan yang berbeda (dengan catatan CPU tersebut sanggup dijalankan pada kecepatan tersebut).

Bus speed

Kecepatan jalur penghubung antar alat pada komputer. Jumlah alur yang mampu dilaksanakan oleh sebuah pemproses dalam masa second. Satuan waktu ini diukur dalam unit juta arahan second yang disebut juga sebagai megahertz (MHz) atau juta kitaran second dan kebanyakan komputer memiliki bus berkecepatan diantara 100 hingga 133MHz. Sebuah bus berupaya meningkatkan prestasi komputer tetapi ia biasanya terikat dengan kelajuan pemproses. Contohnya processor Celeron menggunakan bus 66MHz, Pentium !!! 100/133MHz.

QPI Link merupakan penghubung processor dengan north bridge. Proses data semakin cepat.

Cache

- Merupakan memori sementara

- Terletak antara processor dengan memori

- Supaya tidak terjadi bootleneck (kecepatan tinggi tetapi tidak maksimal).

- Kapaitas kecil maka semakin mahal.

- Lebih dekat dengan processor maka semakin mahal.

- Misalnya pada contoh L1 : menandai kapasitas dan pada 8 way menandakan ada 8 jalur data.



Jumat, 22 Oktober 2010

MERAKIT PC

Motherboard merupakan komponen utama pada computer. Kenapa disebut dengan Motherboard? Karena motherboard adalah induk semua komponen yang ada dalam computer. Komponen-komponen seperti Hard Disk, Drive optik, Processor, Memory, Video Card, Floppy Disk Drive semuanya dipasang ke dalam slot yang disediakan di motherboard.

Motherboard sendiri sangat penting, karena selain menjadi induk komponen lain, tetapi juga menyediakan integrasi dan komunikasi data yang memungkinkan computer bekerja dengan baik. Jadi, pemasangan komponen computer dalam kegiatan merakit komputer pada dasarnya adalah memasang ke dalam motherboard.

1. Menyiapkan Motherboard

Seperti yang kita tau, pemasangan komponen computer dalam kegiatan merakit computer pada dasarnya memasang ke dalam motherboard. Jadi tentu saja, siapkan lah motherboard terlebih dahulu sebelum memulai. Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur setting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.

2. Memasang Prosessor

Prosessor adalah otak computer, oleh sebab itu Biasanya processor dipasang terlebih dahulu di banding komponen yang lain, walau sebenarnya tidak apa-apa apabila memasang yang lain terlebih dahulu.

Kita harus menggunakan prosessor memakai soket yang didukung oleh motherboard yang kita gunakan atau bisa juga sebaliknya memilih motherboard yang sesuai dengan jenis prosesor yang ingin kita gunakan.

Cara-cara memasang Prosessor :

1. Bukalah Prosessor dari wadahnya

2. Bukalah pengait soketnya terlebih dahulu. Pengait ini berupa sebuah batang yang terletak di sebelah kiri atau kanan soket yang bersangkutan, tergantung merk motherboard. Jika pengait pada prosessor tidak diaktifkan, otomatis lubang pada soket tidak terbuka, jadi kita tidak dapat memasangnya.

3. Letakkanlah soket prosessor pada motherboard. Masukkan prosessor ke soket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang soket. Rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan soket.

4. Jika prosessor sudah berada di atas soket, turunkan kembali tuas pengunci.


3. Memasang kipas Prosessor

Apabila prosessor sedang bekerja bisa menikbulkan panas yang bisa merusak prosessor itu sendiri. Mengingat panas (heat) bisa merusak komponen elektronik yang terdapat pada prosessor. Ada banyak macam tipe pendingin prosessor, misalnya air, thermal cooler, dan sebagainya. Namun yang paling sering dijumpai adalah cooling fan (kipas prosessor).

Cara memasang kipas prosessor :

1. Perhatikan terlebih dahulu, komponen logam yang terdapat di tengah prosessor. Komponen tersebut adalah thermal core dari prosessor tersebut. Gunanya untuk menyalurkan panas dari prosessor.

2. Olesilah benda bernama thermal core tersebut, dengan benda mirip cream yang bernama thermal paste. Cream ini membuat konduktansi panas pada prosessor menjadi efektif dan efisien.

3. Siapkan cooling fan. Terdapat 2 bagian, bagian bawah adalah logam yang berfungsi untuk melepaskan panas, sedangkan bagian atasnya adalah logam untuk mendinginkan logam tersebut. Dibagian logam terdapat pengait untuk memasangkan kipas tersebut ke atas prosesor yang terdapat pada motherboard.

4. Dekatkan prosessor di atas motherboard. Lalu kaitkan salah satu sisi pengait dengan nook yang terdapat pada tempat prosessor di motherboard.

5. Tekanlah dan rentangkan si pengait lainnya dari pendingin prosessor ke nook stunya di motherboard, hingga pendingin terpasang kokoh di atas prosessor.

6. Karena kipas merupakan komponen elektronik yang memerlukan energy listrik untuk menggerakannya, langkah terakhir adalah menancapkan kabel yang ada di kipas pendingin ke slot yang ada di motherboard. Slot ini umumnya terletak dekat prosessor, karena pada umumnya kabel dari kipas pendingin umumnya tidak panjang.

4. Memasang Memori

1. Memori yang digunakan di PC adalah tipe DIMM. Sementara jenisnya yang lazim dijumpai di PC adalah SDRAM dan DDR. Kedua jenis memori tersebut menggunakan slot yang berbeda. SDRAM memiliki 168 pin dan dua takik di bawahnya.

Adapun DDR memiliki 184 pin dan satu takik di bawahnya. Sementara DDR2 memiliki 240 pin dan satu takik di bawahnya. Besar kapasitas memori yang dimiliki oleh satu keping RAM biasanya kelipatan dari 128 MB, seperti: 256, 512, 1024 MB, dan seterusnya.

2. Mayoritas prosesor memiliki slot RAM dengan jumlah lebih dari satu. Beberapa motherboard bahkan menyediakan slot RAM untuk banyak jenis RAM, misalnya SDRAM atau DDR. Namun hanya satu jenis memori bisa dipakai dalam waktu yang bersamaan.

3. Bukalah pengait slot prosesor ke arah luar sehingga terlihat menganga. Ketika slot sudah menganga menandakan bahwa slot tersebut siap dimasuki keping memori.

4. Masukkan memori di slotnya. Anda perlu memperhatikan takik di bagian bawah yang merupakan alat untuk menentukan orientasi peletakan memori sehingga tidak terjadi kesalahan pemasangan.

5. Ketika memasangnya, Anda perlu sedikit melakukan penekanan mengingat cara memasukkan memori tidak menggunakan teknologi ZIF seperti prosesor.\

6. Tutup kembali pengait slot memori hingga dapat berfungsi untuk mencengkram memori di tempatnya. Takik yang terdapat di samping slot memori akan dipegang oleh pengait dari slot yang bersangkutan.

5. Memasang Motherboard pada Casing

Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:

1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.

2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.

3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.

4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.

5. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.

6. Memasang Power Supply

Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:

1. Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.

2. HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.

7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing

Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.

1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard

2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.

3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.

4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.

5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.

6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.

8. Memasang Drive

Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut:

1. Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)

2. Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.

3. Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.

4. Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)

5. Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.

6. Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.

7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.

8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard

Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.

9. Memasang Card Adapter

Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya. Cara memasang adapter:

1. Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard

2. Pasang sekerup penahan card ke casing

3. Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.

10. Penyelessaian Akhir

1. Pasang penutup casing dengan menggeser

2. sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.

3. Pasang konektor monitor ke port video card.

4. Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.

5. Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).

6. Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.