Jumat, 14 Desember 2012

sebuah elegi (lagi?!)


ku benci romeo,
tak mengenalku dengan jelas!
hidup dalam kotak diorama yang berbau busuk
menyengat, sesak,
sulit mencari jalan keluar


ku benci romeo,
berbicara cinta, ya! elegi cinta
elegi telah berakhir
yang seharusnya bersenandung dengan mimpi-mimpi yang tak berujung

sesakku mengenalmu romeo
duhai pujanggaku yang tersesat
sulitku meraihmu
jalan setapak keabadian membelokkan arah perjalanannya
sulitku bernafas menemuimu

ku benci romeo,
romeo yang kucintai
pujangga cinta yang mencari
lari dalam buaian kehangatan siang
dan tertidur dalam damainya malam

CUPID




cupid ku hilang
malang meyeruak membawa empati
dingin beku menghempas darah yang memburu
Hilang dalam bayang, bayang romeo berkabut dusta

cupid, cupidku hilang...
melaporkan kepalsuan pada sang permaisuri..

cupid, cupid, cupidku hilang,,
lantang bui memborbardir hati, bergetar hebat melintingkan iman..

aku senang,
cupidku riang..
walau dalam perih kehilangan..